1 August 2026
Honda Tegaskan Filosofi “Engineered for Driving Joy” Jadi Fondasi Seluruh Lini Kendaraan di Era Elektrifikasi

Honda Tegaskan Filosofi “Engineered for Driving Joy” Jadi Fondasi Seluruh Lini Kendaraan di Era Elektrifikasi

Viralterkini.id, TANGERANG – PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan bahwa transformasi menuju era elektrifikasi tidak mengubah jati diri merek tersebut.

Di tengah perkembangan teknologi otomotif yang semakin pesat, Honda memastikan filosofi “Engineered for Driving Joy” tetap menjadi benang merah yang menyatukan seluruh lini produknya, mulai dari kendaraan bermesin konvensional, hybrid, hingga mobil listrik.

Penegasan tersebut disampaikan melalui sesi Media Deep Dive pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Jumat (31/7). Dalam sesi tersebut, Honda mengulas makna tema “Culture. Evolved.”, yang menjadi konsep utama kehadirannya di pameran otomotif terbesar di Indonesia tahun ini.

Honda menilai industri otomotif tengah memasuki fase transformasi besar seiring berkembangnya teknologi elektrifikasi dan perubahan kebutuhan konsumen. Namun, perusahaan menegaskan bahwa evolusi tidak hanya diwujudkan melalui hadirnya teknologi baru, melainkan juga dengan mempertahankan filosofi engineering dan karakter berkendara yang telah menjadi identitas Honda selama puluhan tahun.

Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan elektrifikasi merupakan kelanjutan dari nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi pengembangan produk Honda.

“Bagi Honda, elektrifikasi bukanlah perubahan terhadap jati diri kami, melainkan evolusi dari cara kami mewujudkan nilai-nilai yang selalu menjadi fondasi Honda. Melalui tema Culture. Evolved., kami ingin menunjukkan bahwa teknologi, produk, pengalaman, hingga identitas visual akan terus berkembang mengikuti zaman, namun filosofi Engineered for Driving Joy akan selalu menjadi karakter yang menyatukan setiap Honda,” ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Honda juga memperkenalkan logo H terbaru yang untuk pertama kalinya digunakan pada lini kendaraan listrik di Indonesia. Identitas visual baru ini merepresentasikan arah baru Honda menuju masa depan mobilitas, sekaligus mempertahankan nilai-nilai yang telah melekat pada merek tersebut.

Honda menyebut bentuk logo yang lebih terbuka melambangkan komitmen perusahaan untuk terus memperluas kemungkinan mobilitas dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Lima Pilar Filosofi Honda

Menurut Honda, filosofi Engineered for Driving Joy diterapkan melalui lima prinsip utama yang menjadi dasar pengembangan seluruh model kendaraan, yakni Driving Performance, Purposeful Engineering, Human-Centered Design, Lasting Reliability, dan Timeless Character.

Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor, Ferdianto Budiono, mengatakan setiap model Honda memang memiliki karakter dan teknologi yang berbeda, tetapi seluruhnya dikembangkan berdasarkan filosofi yang sama.

“Setiap model Honda memiliki karakter, teknologi, dan peran yang berbeda sesuai kebutuhan konsumennya. Namun apa pun modelnya, semuanya dikembangkan dengan filosofi yang sama, yaitu Engineered for Driving Joy. Itulah yang membuat setiap Honda tetap menghadirkan karakter berkendara yang khas, baik kendaraan bermesin konvensional, hybrid, maupun listrik,” katanya.

Pada aspek Driving Performance, Honda menghadirkan karakter berkendara berbeda di setiap model. Honda Brio dirancang lincah untuk penggunaan perkotaan, sementara Honda HR-V menggabungkan kenyamanan dengan karakter sporty. Teknologi e pada model hybrid memanfaatkan respons instan motor listrik untuk menghasilkan akselerasi yang halus namun bertenaga, sedangkan Honda Prelude dan Civic RS e dibekali teknologi Honda S+ Shift untuk meningkatkan sensasi berkendara.

Sementara melalui prinsip Purposeful Engineering, Honda mengembangkan setiap komponen berdasarkan fungsi yang mendukung pengalaman berkendara. Pendekatan tersebut diterapkan pada Honda SuperONE melalui penggunaan bobot yang ringan, posisi baterai yang rendah, dan wheel track lebih lebar untuk meningkatkan stabilitas kendaraan.

Prinsip serupa juga diterapkan pada teknologi mesin i-VTEC, sistem hybrid e, hingga desain gagang pintu belakang yang terintegrasi pada pilar C di Honda HR-V dan WR-V.

Dalam aspek Human-Centered Design, Honda menempatkan kebutuhan pengguna sebagai prioritas utama. Pendekatan tersebut terlihat pada fleksibilitas ruang kabin Honda SuperONE, konfigurasi tiga baris Honda BR-V, dimensi ringkas Honda WR-V, hingga tata ruang kabin Honda STEP WGN e.

Honda juga menekankan pentingnya Lasting Reliability, yakni kualitas kendaraan yang dibangun sejak tahap engineering, pengendalian mutu, hingga proses produksi. Menurut perusahaan, pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan banyak kendaraan Honda tetap digunakan lintas generasi serta memiliki nilai jual kembali yang kompetitif.

Adapun prinsip Timeless Character diwujudkan melalui desain yang tidak sekadar mengikuti tren. Honda SuperONE mengadopsi inspirasi dari Honda City Turbo dengan pendekatan modern, sementara Honda Prelude menghidupkan kembali karakter coupe melalui bahasa desain terbaru. Filosofi desain serupa juga diterapkan pada Honda Brio, HR-V, dan STEP WGN e yang masing-masing memiliki karakter berbeda sesuai segmennya.

Honda SuperONE Jadi Simbol Arah Baru Elektrifikasi

Honda menyebut Honda SuperONE sebagai representasi terbaru filosofi Engineered for Driving Joy di era elektrifikasi. Model tersebut dikembangkan untuk konsumen yang tetap mengutamakan pengalaman berkendara, engineering, serta keterikatan emosional antara pengemudi dan kendaraan meski memasuki era mobil listrik.

Pemesanan Honda SuperONE dijadwalkan mulai dibuka pada 5 Agustus 2026, menandai langkah berikutnya Honda dalam memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di Indonesia tanpa meninggalkan karakter berkendara yang menjadi identitas merek tersebut.(DP)

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch