5 April 2026
Bupati Halteng Turun Tangan Redam Isu Mogok Kerja di RSUD Weda: Pelayanan Tetap Normal!

Bupati Halteng Turun Tangan Redam Isu Mogok Kerja di RSUD Weda: Pelayanan Tetap Normal!

Viralterkini.id, WEDA – Bupati Halmahera Tengah (Halteng) bergerak cepat meredam isu miring terkait terganggunya pelayanan kesehatan di RSUD Weda. Dalam rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Kesehatan dan para dokter spesialis pada Kamis (25/2/2026), Bupati menegaskan bahwa operasional rumah sakit tetap berjalan optimal dan isu mogok kerja akibat keterlambatan insentif adalah tidak benar.

Langkah ini diambil guna menjaga kepercayaan publik agar masyarakat tidak ragu untuk mengakses layanan kesehatan.

WhatsApp Image 2026-02-25 at 1.51.04 PM(1)
Rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Kesehatan dan para dokter spesialis pada Kamis (25/2/2026). Foto : Supriansah Nurdin

Klarifikasi Isu Insentif: Masalah Administrasi, Bukan Gaji
Bupati Halteng meminta agar persoalan administrasi internal tidak dipolitisasi menjadi isu liar. Ia menekankan bahwa hak-hak tenaga kesehatan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, namun harus melalui prosedur sistem keuangan yang berlaku.

WhatsApp Image 2026-02-25 at 1.51.04 PMWhatsApp Image 2026-02-25 at 1.51.04 PM
Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ikram M. Sangaji saat rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Kesehatan dan para dokter spesialis pada Kamis (25/2/2026). Foto : Supriansah Nurdin

“Jangan sampai informasi yang belum jelas menyebar dan membuat masyarakat berpikir dokter mogok kerja. Korbannya adalah masyarakat. Ini menyangkut etika ASN dan nama baik pemerintah. Mari kita jaga soliditas,” tegas Bupati di Ruang Rapat RSUD Weda.

Direktur RSUD Weda, dr. Sukri Soamole, merinci bahwa yang sedang dalam proses pencairan adalah insentif daerah, bukan gaji pokok. Total anggaran yang disiapkan untuk insentif dokter spesialis periode Januari–Februari mencapai ratusan juta rupiah, dengan rincian:

Dokter Spesialis PNS (4 orang): Rp55 juta/bulan per orang.
Dokter Spesialis Non-ASN/Kontrak (5 orang): Rp50 juta/bulan per orang.

“Pelayanan di poliklinik, IGD, maupun rawat inap berjalan seperti biasa. Insentif ini adalah bentuk penghargaan daerah dan akan segera terealisasi setelah input sistem keuangan selesai,” jelas dr. Sukri.

Komitmen Kesejahteraan dan Penguatan SDM
Selain fokus pada RSUD, Pemda Halmahera Tengah memaparkan sejumlah program perlindungan sosial yang telah dianggarkan sebesar Rp9 miliar, meliputi:

Insentif Lansia, Janda, dan Disabilitas: Rp500.000/bulan.
Insentif Ibu Hamil dan Menyusui: Rp1.000.000/bulan.
Beasiswa Pendidikan: Khusus bagi tenaga kesehatan yang melanjutkan studi spesialisasi.

Meski komitmen kesejahteraan terus ditingkatkan, Bupati mengakui bahwa tantangan utama saat ini adalah pemenuhan rasio tenaga medis. Saat ini, Halmahera Tengah masih membutuhkan sedikitnya 13 dokter tambahan untuk mengoptimalkan pelayanan di seluruh wilayah kabupaten.

Dukungan dari Tenaga Medis
Dalam pertemuan tersebut, para dokter spesialis yang hadir—termasuk spesialis bedah, anak, hingga penyakit dalam—menyatakan komitmennya untuk tetap bertugas. dr. Umi Yanti (Spesialis Obgyn) menyampaikan apresiasinya atas perhatian langsung Bupati terhadap kesejahteraan nakes di lapangan.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (dano)

WhatsApp Image 2026-02-25 at 1.51.03 PMWhatsApp Image 2026-02-25 at 1.51.03 PM
Bupati Halmahera Tengah memberikan dukungan kepada tenaga medis. Foto : Supriansah Nurdin

Berita Terkini

Berita Terbaru

Daftar Terbaru

News

Jasa Impor China

Berita Terbaru

Flash News

RuangJP

Pemilu

Berita Terkini

Prediksi Bola

Technology

Otomotif

Berita Terbaru

Teknologi

Berita terkini

Berita Pemilu

Berita Teknologi

Hiburan

master Slote

Berita Terkini

Pendidikan

Resep

Jasa Backlink

Slot gacor terpercaya

Anime Batch